cv.cm

Gratis · 20 pertanyaan · sekitar 3 menit · tanpa daftar

Tes gaya konflik

Setiap orang punya langkah bawaan saat perselisihan dimulai. Temukan gayamu di antara lima gaya konflik klasik, lihat seberapa kuat kamu memakai gaya lainnya, dan pelajari kapan harus berganti.

Jawabanmu dinilai di tab ini. Tidak ada yang diunggah, disimpan, atau dikirim ke mana pun.

Seberapa tepat setiap pernyataan menggambarkan dirimu? Jawablah sesuai dirimu yang biasanya, bukan yang kamu inginkan.

  1. Saat berbeda pendapat, saya mempertahankan posisi saya dengan tegas sampai orang lain sepakat dengan saya.

  2. Saya berusaha agar semua kekhawatiran dibahas terbuka sebelum kami memutuskan apa pun.

  3. Saya senang bertemu di tengah supaya kami bisa lanjut.

  4. Saya lebih memilih melepaskan topik sensitif daripada berisiko bertengkar.

  5. Saya biasanya mengalah jika masalahnya lebih penting bagi orang lain daripada bagi saya.

  6. Saat yakin saya benar, saya tidak mundur hanya demi menjaga suasana damai.

  7. Saya mencari solusi yang benar-benar cocok untuk kami berdua, meski butuh waktu lebih lama.

  8. Pertukaran yang adil, di mana setiap pihak merelakan sesuatu, terasa sebagai hasil yang baik bagi saya.

  9. Saat konflik dimulai, saya sering mengganti topik atau keluar ruangan.

  10. Menjaga hubungan tetap mulus lebih penting bagi saya daripada memenangkan argumen.

  11. Saya menganggap debat sebagai sesuatu yang harus dimenangkan.

  12. Saya banyak bertanya untuk memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan orang lain.

  13. Saat buntu, saya menyarankan untuk ambil jalan tengah.

  14. Saya menunda percakapan yang sulit, berharap masalahnya selesai dengan sendirinya.

  15. Saya sering mendahulukan keinginan orang lain di atas keinginan saya agar mereka tidak kecewa.

  16. Jika sebuah keputusan penting bagi saya, saya memperjuangkannya habis-habisan, meski menimbulkan sedikit ketegangan.

  17. Saya lebih suka menyelesaikan perbedaan pendapat bersama-sama daripada cepat-cepat mengakhirinya.

  18. Saya mau merelakan sebagian keinginan saya jika orang lain melakukan hal yang sama.

  19. Banyak perbedaan pendapat tidak sepadan dengan tenaganya, jadi saya membiarkannya.

  20. Saya mudah berkata, "Ya sudah, kita pakai caramu saja."

0 dari 20 terjawab

Tentang tes ini

Peneliti menggambarkan lima cara menghadapi konflik berdasarkan dua pertanyaan: seberapa keras kamu memperjuangkan kebutuhanmu sendiri (ketegasan) dan seberapa peduli kamu pada kebutuhan orang lain (kerja sama). Bersaing tinggi di yang pertama, mengalah tinggi di yang kedua, berkolaborasi tinggi di keduanya, menghindar rendah di keduanya, dan berkompromi ada di tengah.

Pernyataan di halaman ini disusun untuk cv.cm; tidak diambil dari instrumen komersial mana pun. Setiap gaya berguna pada saat yang tepat. Tujuannya bukan menemukan gaya yang "benar", melainkan menyadari kebiasaanmu dan memilih dengan sengaja.

Tes lainnya

Semua tes

Tanya jawab

Apa saja lima gaya konflik?

Bersaing (mempertahankan pendirian), berkolaborasi (menyelesaikan bersama agar sama-sama menang), berkompromi (bertemu di tengah), menghindar (mundur dulu), dan mengalah (memberi orang lain apa yang mereka mau).

Gaya konflik mana yang terbaik?

Tidak ada yang terbaik untuk semua situasi. Berkolaborasi cocok untuk masalah penting yang ada waktu untuk dibahas; bersaing untuk keadaan darurat; berkompromi untuk jalan buntu; menghindar untuk hal sepele atau suasana yang memanas; mengalah untuk masalah yang lebih penting bagi pihak lain.

Apakah ini instrumen Thomas-Kilmann?

Bukan. Tes ini memakai model lima gaya yang sama dan banyak diajarkan, tetapi pertanyaan dan hasilnya asli buatan cv.cm, dan skornya tidak bisa dibandingkan dengan tes komersial mana pun.

Bisakah aku memakainya bersama pasangan atau tim?

Bisa. Kerjakan secara terpisah, bandingkan grafiknya, lalu bicarakan gaya mana yang masing-masing kalian pakai saat tertekan. Mengetahui gaya bawaan orang lain membuatmu lebih mudah tidak menganggapnya pribadi.